Diantara
Rintihan embun yang menetes,
Mentari
menari termalu-malu melewatkan senyap terbungkus malam yang deras
Ketika
dilemma terbalut ragu
Antara Gede
dan Pangrango
Seberkas
waktu beranjak dari Kandang Badak
Tertanam
rambu ke tiga penjuru,
Gede,
Pangrango, atau turun kembali sebagai PECUNDANG sejati
Derap
langkah berjejak di lembabnya gunung Gede
Membawa
perjalanan untuk bertemu di tugumu
Diantara tebing-tebingmu,
Kami
beranjak bertopang pada temali penyambung harapan,
Dalam
langkah yang mulai gontai
Dalam Hembus
napas yang mulai terhambat,
Kabut tipis
pun turun dalam gemulainya angin lembah
Kawah Raden
yang berujung di palung Bumi terdalam
Menggoreskan
makna yang kontras dalam tebing-tebing puncak Gunung Gede
Kawan, hari
ini adalah sejarah kehidupan
Yang
berawal dari tekad
Diantara
Gede dan pangrango
Hari ini kau
pamerkan pesonamu,Gunung gede
Seakan
berpesan
Tuk
tambatkan tekadmu Gunung pangrango
11.30, Puncak
Gunung. Gede
Firmansyah
Permadi, 27 Desember 2011
No comments:
Post a Comment