Tuesday, 4 June 2013

Sebuah Awal

Mungkin sudah terlalu naif lagi untuk membicarakan tentang sebuah kehidupan, semuanya begitu semu, bias dan tak terdefinisikan  hanya beberapa penyangkalan teoritis yang seolah-olah dibuat realistis dalam kehidupan pragmatis. 

Ada suatu penyangkalan yang memberikan sebuah titik terang akan adanya dinamisme kehidupan yang merujuk kedalam sebuah idealisme manusia, dengan isi kepala yang sangat beragam dan dalam pola tingkah laku yang berbeda. Hal ini bermuara pada sebuah usaha yang dilakukan untuk meyakinkan, atau keyakinan yang menimbulkan suatu usaha, ya, seperti sebuah domino yang saling memberikan efek satu sama lainnya. 


Usaha dan keyakinan dua hal itu akan saling berpengaruh dan memempengaruhi aspek-aspek lainnya. Ini akan terus berjalan selayaknya waktu yang tak lelah untuk terus memutarkan rodanya. Dan seberapa besar sebuah pengaruh mengubah pola kehidupan kita? realtif... 

Walaupun seorang fisikawan macam Albert Einstein telah mengemukakan pendapatnya dengan teori relativitas yang seolah bersebrangan dengan teori gerakan menurut Bapak Issac Newton, kedua teori ini belumlah bisa memecahkan akan permasalahan ini. Seberapa besar sebuah pengaruh terhadap pola kehidupan seorang manusia belumlah bisa diukur dengan satuan ataupun besaran tertentu, bahkan dengan nilai konstanta tertentu. 

Konsistensi dari suatu pemikiran dan hasil akhir berupa sebuah tindakan belum bisa menjamin jika itu adalah murni dari sebuah pemikiran, masih banyak kemungkinan yang belum terungkapkan. tapi agaknya usaha dan keyakinan untuk saat ini merupakan suatu pandangan yang logis dalam menumbuhkan sebuah tekad, niat, itikad, pemikiran ataupun hal-hal lain yang bermakna memulai, atau melanjutkan, atau membaharui, atau memperbaiki. Ya memang banyak sekali kata untuk mewakili itu semua, sudut pandang sebagai orang pertama merupakan sebuah pengaruh yang cukup besar dalam penentuan kata-kata ini. 

Dan inilah sebuah tekad, untuk mendokumentasikan tulisan dari pemikiran rumit yang disederhanakan melalui sebuah alur dan tempo. Karena pada hakikatnya manusia yang paling baik adalah yang dapat meberikan sebanyak-banyak bagi orang lain, maka semoga tulisan ini dapat memberikan setitik manfaat dalam melangkahkan kaki untuk meninggalkan jejak-jejak kehidupan ini. Ya, kembali ke style apa yang kita pilih? berlari, berjalan, melangkah, ataupun merangkak. 



Inilah sebuah awal, sebuah langkah kecil yang semoga meninggalkan jejak-jejak yang bermanfaat untuk ditelusuri, seperti gunung yang menjulang, ataupun puncak yang megah, atau lembah edelweiss yang menebarkan aroma kejujuran, kita melangkah dan kembali mengikuti jejak-jejak yang kita buat. 



2 comments: